Category:Music
Genre: Rock
Artist:THE SCRIPT
Pertama kali
mendengarkan The Script adalah We Cry. Jenis lagu yang lumayan menarik
dengan chorus yang stuck di kepala. Bukan jenis lagu yang bakalan mudah
dinyanyikan karena sang vokalis lebih kayak ngerap, tapi lagunya keren.
Dan kemudian menyusul single-single selanjutnya yang semakin asyik,
semakin mantab, sampai akhirnya mendengarkan keseluruhan lagu dalam
album debut mereka dan langsung jatuh cinta.
Dan gue kasih tau, mendengarkan The Script, tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk menjadikan mereka sebagai band favorit.
Tidak
semua orang sanggup curhat melalui lagu. Namun The Script yang
dikomandoi oleh Danny O’Donoghue sebagai vokal dan,Memiliki kemampuan
yang luar biasa dalam bercerita. Praktis semua lagu mereka mempunyai
cerita masing-masing. Dan dari lirik yang kita baca, kita bisa langsung
relate dengan apa yang mereka sampaikan, dan mereka menyampaikannya
dengan cara yang sangat asyik sehingga kita tenggelam dalam dunia
mereka.
We Cry bercerita tentang keprihatinan mereka terhadap
hal-hal di sekeliling kita yang semakin buruk setiap harinya. Ada
seorang Mary yang ingin jadi politikus, tapi berakhir dengan kehidupan. 2
anak dan suami serta SUV. Hidup. Dan dari intronya, gue udah tau kalo
lagu ini keren. Dengan musik yang up-beat, suara Donny O’Donoghue yang
tegas, ini adalah sebuah lagu yang tepat untuk menjadi single.
Datanglah
single kedua mereka (atau seenggaknya yang muncul kedua di telinga
gue). The Man Who Can’t Be Moved. Sesuai dengan judulnya, ceritanya
emang tentang seorang cowok yang gak bisa gerak kemana-mana. Dia cuman
duduk di pojokan, dengan tulisan di sebuah kertas serta foto di tangan.
Orang-orang ngira dia pengemis padahal dia cuman ada disana supaya
mantan kekasihnya bisa menemuinya dengan mudah, in case kalau sang
mantan ingat bahwa dia masih cinta dengan si cowok. Kurang menye-menye
apalagi? Tapi di tangan The Script, lagu menye-menye ini menjadi single
alternatif yang sangat menarik dan anjrot keren-kerenan untuk
didengerin.
Single ketiga adalah Breakeven, masih bercerita
tentang relationship, intro dan musiknya langsung menerpa telinga dan
gue langsung suka. Dan suara Danny O’Donoghue memang sebuah anugrah.
Berciri khas dan oke banget. Single keempat “Before The Worst” hampir
mirip dengan Breakeven hanya saja lebih upbeat dan temponya lebih cepat.
Dan temanya juga masih tentang seorang cowok yang putus sama ceweknya.
Talk
You Down dibuka dengan tempo yang lambat namun chorusnya menohok banget
dan diulang-ulang. Gue suka sama ceritanya, tentang seorang cowok yang
ngejer sama ceweknya yang ngamuk. Mencoba untuk menenangkan dan kembali
sama dia. Dan bagian “gonna use my heart and not my head” adalah sebuah
kejelasan bahwa emang cowok agak lebih rasional ketimbang cewek, dalam
urusan percintaan maksud gue. Dan ini lagu yang keren.
Rusty Halo
lebih agak futuristik buat gue, dengan pembukaan yang aneh namun akrab
di telinga gue. Dan gue suka banget dengan nada di bagian “Now I'm
looking up the bible tryna find a Loophole”.
The End Where I
Begin adalah jenis lagu yang temponya agak pelan dibandingkan lagu The
Script yang lainnya. Tapi tetep saja, di bagian pertengahan, mereka
kembali agak meninggi walopun akhirnya kembali lembut.
Fall For
Anything adalah peringatan The Script kepada para gadis-gadis yang
terkadang agak gak memikirkan rasio saat mulai menjalin hubungan dengan
seorang cowok. Chorusnya lagi-lagi juga maut banget.
If You See
Kay, buat gue adalah lagu pertama, diluar single The Script yang udah
gue denger sebelum gue denger satu album secara keseluruhan (We Cry, The
Man Who Can’t Be Moved, Breakeven, Before The Worst) yang gue suka.
Dengan intro yang sangat keren, dentingan piano, gue kira lagunya
bakalan mellow, tapi ternyata enggak. Dan gue suka banget sama isi
ceritanya (yang lagi-lagi masih menye-menye karena si Danny pengen kita
nyampein perasaannya kepada si cewek bernama Kay) dan terutama karena
emang lagunya keren aja.
Anybody There bertempo sedang dan istimewa karena ada semacam orkestra kecil-kecilan di belakangnya.
Namun, yang pualing dan paling gue suka adalah Im Yours.
Gak
kalah dengan Im Yours versi Jason Mraz, Im Yours versi The Script gue
jamin bakalan bikin cewek manapun di seluruh dunia meleleh kayak Paddle
Pop di siang hari di jalanan Blok M.
Hanya ada dentingan gitar,
suara Danny O’Donoghue yang lembut, penuh perhatian, penuh cinta kasih
(IRIIIIIIIIIIIII) serta lirik yang mantab : sudahlah ya. Cukup!
Kalo
aja gue bisa main gitar (karir gue mencoba untuk jadi musisi dengan
belajar gitar berakhir dalam waktu lima menit secara tidak sengaja
jari-jari gue berdarah karena senar gitar itu terlalu tajam), gue berharap ada seseorang yang rela nyanyiin lagu ini khusus buat gue. Wuhihihihihi...
Okelah. Dari 11 lagu yang ada SEMUANYA
keren. Ini adalah sebuah keberhasilan. Syarat utama untuk menjadi band
favorit gue sudah terpenuhi semua oleh The Script : harus ada 9/10 lagu
yang keren, penampilan harus keren (ini penting, gue gak menerima musisi
yang jelek. Gue mental jajahan? Lha emang), serta penampilan panggung
yang menggiurkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar