Selasa, 29 Mei 2012

The Script , Amazing Band from Dublin :-D

Category:Music
Genre: Rock
Artist:THE SCRIPT

Pertama kali mendengarkan The Script adalah We Cry. Jenis lagu yang lumayan menarik dengan chorus yang stuck di kepala. Bukan jenis lagu yang bakalan mudah dinyanyikan karena sang vokalis lebih kayak ngerap, tapi lagunya keren. Dan kemudian menyusul single-single selanjutnya yang semakin asyik, semakin mantab, sampai akhirnya mendengarkan keseluruhan lagu dalam album debut mereka dan langsung jatuh cinta.

Dan gue kasih tau, mendengarkan The Script, tidak dibutuhkan waktu yang lama untuk menjadikan mereka sebagai band favorit.

Tidak semua orang sanggup curhat melalui lagu. Namun The Script yang dikomandoi oleh Danny O’Donoghue sebagai vokal dan,Memiliki kemampuan yang luar biasa dalam bercerita. Praktis semua lagu mereka mempunyai cerita masing-masing. Dan dari lirik yang kita baca, kita bisa langsung relate dengan apa yang mereka sampaikan, dan mereka menyampaikannya dengan cara yang sangat asyik sehingga kita tenggelam dalam dunia mereka.

We Cry bercerita tentang keprihatinan mereka terhadap hal-hal di sekeliling kita yang semakin buruk setiap harinya. Ada seorang Mary yang ingin jadi politikus, tapi berakhir dengan kehidupan. 2 anak dan suami serta SUV. Hidup. Dan dari intronya, gue udah tau kalo lagu ini keren. Dengan musik yang up-beat, suara Donny O’Donoghue yang tegas, ini adalah sebuah lagu yang tepat untuk menjadi single.

Datanglah single kedua mereka (atau seenggaknya yang muncul kedua di telinga gue). The Man Who Can’t Be Moved. Sesuai dengan judulnya, ceritanya emang tentang seorang cowok yang gak bisa gerak kemana-mana. Dia cuman duduk di pojokan, dengan tulisan di sebuah kertas serta foto di tangan. Orang-orang ngira dia pengemis padahal dia cuman ada disana supaya mantan kekasihnya bisa menemuinya dengan mudah, in case kalau sang mantan ingat bahwa dia masih cinta dengan si cowok. Kurang menye-menye apalagi? Tapi di tangan The Script, lagu menye-menye ini menjadi single alternatif yang sangat menarik dan anjrot keren-kerenan untuk didengerin.

Single ketiga adalah Breakeven, masih bercerita tentang relationship, intro dan musiknya langsung menerpa telinga dan gue langsung suka. Dan suara Danny O’Donoghue memang sebuah anugrah. Berciri khas dan oke banget. Single keempat “Before The Worst” hampir mirip dengan Breakeven hanya saja lebih upbeat dan temponya lebih cepat. Dan temanya juga masih tentang seorang cowok yang putus sama ceweknya.

Talk You Down dibuka dengan tempo yang lambat namun chorusnya menohok banget dan diulang-ulang. Gue suka sama ceritanya, tentang seorang cowok yang ngejer sama ceweknya yang ngamuk. Mencoba untuk menenangkan dan kembali sama dia. Dan bagian “gonna use my heart and not my head” adalah sebuah kejelasan bahwa emang cowok agak lebih rasional ketimbang cewek, dalam urusan percintaan maksud gue. Dan ini lagu yang keren.

Rusty Halo lebih agak futuristik buat gue, dengan pembukaan yang aneh namun akrab di telinga gue. Dan gue suka banget dengan nada di bagian “Now I'm looking up the bible tryna find a Loophole”.

The End Where I Begin adalah jenis lagu yang temponya agak pelan dibandingkan lagu The Script yang lainnya. Tapi tetep saja, di bagian pertengahan, mereka kembali agak meninggi walopun akhirnya kembali lembut.

Fall For Anything adalah peringatan The Script kepada para gadis-gadis yang terkadang agak gak memikirkan rasio saat mulai menjalin hubungan dengan seorang cowok. Chorusnya lagi-lagi juga maut banget.

If You See Kay, buat gue adalah lagu pertama, diluar single The Script yang udah gue denger sebelum gue denger satu album secara keseluruhan (We Cry, The Man Who Can’t Be Moved, Breakeven, Before The Worst) yang gue suka. Dengan intro yang sangat keren, dentingan piano, gue kira lagunya bakalan mellow, tapi ternyata enggak. Dan gue suka banget sama isi ceritanya (yang lagi-lagi masih menye-menye karena si Danny pengen kita nyampein perasaannya kepada si cewek bernama Kay) dan terutama karena emang lagunya keren aja.

Anybody There bertempo sedang dan istimewa karena ada semacam orkestra kecil-kecilan di belakangnya.

Namun, yang pualing dan paling gue suka adalah Im Yours.

Gak kalah dengan Im Yours versi Jason Mraz, Im Yours versi The Script gue jamin bakalan bikin cewek manapun di seluruh dunia meleleh kayak Paddle Pop di siang hari di jalanan Blok M.

Hanya ada dentingan gitar, suara Danny O’Donoghue yang lembut, penuh perhatian, penuh cinta kasih (IRIIIIIIIIIIIII) serta lirik yang mantab : sudahlah ya. Cukup!

Kalo aja gue bisa main gitar (karir gue mencoba untuk jadi musisi dengan belajar gitar berakhir dalam waktu lima menit secara tidak sengaja jari-jari gue berdarah karena senar gitar itu terlalu tajam), gue berharap ada seseorang yang rela nyanyiin lagu ini khusus buat gue. Wuhihihihihi...

Okelah. Dari 11 lagu yang ada SEMUANYA keren. Ini adalah sebuah keberhasilan. Syarat utama untuk menjadi band favorit gue sudah terpenuhi semua oleh The Script : harus ada 9/10 lagu yang keren, penampilan harus keren (ini penting, gue gak menerima musisi yang jelek. Gue mental jajahan? Lha emang), serta penampilan panggung yang menggiurkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar